Tuesday 19 March 2013

Hasil Penelitian dan Saran dari UNAIDS Mengenai Pengaruh Sunat Terhadap HIV



Pada akhir tahun 2006, sebanyak 39.5 juta orang menderita HIV dan 4.3 juta orang merupakan penderita baru pada tahun tersebut. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu solusi untuk mengatasi masalah tersebut dan butuh suatu teknologi untuk menekan jumlah orang yang terinfeksi. Khitan pada pria adalah salah satu metode yang potensial untuk menekan angka infeksi.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria yang di sunat memiliki tingkat resiko yang lebih rendah untuk terinfeksi HIV dibanding pria yang tidak di sunat. Pada 13 Desember 2006, UNAIDS mengkonfirmasikan sebuah hasil penelitian di Uganda sedikitnya 53% pria yang disunat, 51%nya terhindar dari HIV. Begitu juga yang terjadi di Afrika Selatan dimana jumlah yang terinfeksi HIV menurun 60%.
Oleh sebab itu WHO dan UNAIDS melakukan konsultasi internasional untuk membahas dan memberi hasil dari hasil penelitian tersebut. Rencananya akan menjadi referensi untuk mengatasi masalah HIV.
Kesimpulan:
1. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pria yang disunat secara umum  menurunkan resiko terinfeksi HIV dari hubungan seksual sebesar 60%.
2.    Pria yang disunat tidak menjamin terlindungi secara total dari infeksi HIV.
3.    Perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi pengenai pentingnya disunat.
4.    Kultur dan budaya cukup mempengaruhi seseorang akan disunat.
5.    Pemerintah harus mendukung upaya sunat dilakukan demi mengurangi angka resiko terinfeksi HIV.
6.    Banyak keunggulan atau manfaat berupa kesehatan sosial yang akan diperoleh dari proses sunat.
7.    Perlu memperbanyak tempat konsultasi atau klinik yang melayani sunat
8.   Sunat juga memberi efek yang baik bagi pasangan untuk terhindar dari kanker serviks dan HIV.

Saran:
1.   Sunat pada pria harus diakui sebagai metode paling efektif untuk megurangi resiko terinfeksi HIV.
2.    Promosi dan sosialisai harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
3.  Sunat jangan dianggap sebagai solusi mengatasi HIV tapi sebagai metode untuk mengurangi angka terinfeksi HIV.
4.    Pemerintah harus mendukung promosi dan sosialisasi mengenai pentingnya sunat.
5.    Organisasi didunia merupakan partner untuk sosialisasi tersebut.
6.   Dibutuhkan suatu klinik atau tempat untuk konsultasi yang dapat menjelaskan sunat tersebut.
7.    Perlu dilakukan sejumlah evaluasi dalam untuk memantau seberapa besar pengaruh sunat diberbagai negara.
8.   Harus dilakukan monitoring apakah program tersebut dilakukan dengan maksimal atau tidak.
9.    Test HIV perlu dilakukan sebelum melakukan sunat.

sumber : Rumah Sunatan

No comments:

Post a Comment